kariip

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

TEORI DAN PANDANGAN TENTANG BK KARIR MENURUT ANNE ROE

on May 9, 2012
BAB ITEORI DAN PANDANGAN TENTANG BK KARIR MENURUT ANNE ROEA.KONSEP UTAMA
Anne Roe. Guru besar pada universitas of Arizona, Amerika.Sebagaimana tertulis dalam bukunya Theories of Vocational Choice (1956) Anne Roemengemukakan pandangannya, sebagai berikut : “Pola pengembangan arah pilih jabatanterutama sangat ditentukan oleh kesan pertama. Yaitu pada masa bayi dan masa awalkanak-kanak, berupa kesan atas perasaan puas dan tidak puas, selanjutnya akan terus berkembang menjadi suatu kekuatan yang berupa energi psikis.”Menurut Anne Roe hubungan dini di dalam keluarga dapat mempengaruhi terhadap arahkarir. Yaitu corak pergaulan dengan orang tua selama masa kecil dan pola pendidikan yangditerapkan oleh orang tua terhadap anak kecil. Dalam bukunya
The Psychology of Occupations
(1956), Roe menekankan dampak dari keseluruhan pengalaman anak kecildalam lingkungan keluarga inti terhadap perkembangan jabatan.Dia meneliti pengaruh dari gaya interaksi antara orang tua dan anak, serta pengaruh polaasuh orang tua (parental styles) dan pendidikan keluarga terhadap kebutuhan-kebutuhanyang dikembangkan oleh anak, dan bagaimana hubungan antara kebutuhan ini dengan gayahidup masa dewasanya kelak. Dalam mengembangkan teorinya, dia menggunakan teoriMaslow tentang tahap-tahap kebutuhan (hierarchy of needs) sebagai dasar.Secara berturut-turut kebutuhan tersebut yaitu :1.Kebutuhan fisiologis2.kebutuhan merasa aman dan terlindung dari bahaya3.kebuthuan merasa diterima dan disayangi4.kebutuhan akan rasa harga diri dan menjadi independen5.kebutuhan akan informasi6.kebutuhan mengerti dan memahami7.kebutuhan menghayati keindahan
8. kebutuhan mengembangkan diri seoptimal dan semaksimal mungkin.1
Menurut pendapat Maslow, kebutuhan-kebutuhan pada tahap lebih tinggi tidak akandirasakan dan dihayati kalau kebutuhan pada tahap di bawahnya tidak terpenuhi secaramemuaskan.Struktur kebutuhan seorang individu, menurut Roe, sangat dipengaruhi oleh frustasi dankepuasan pada awal masa kanak-kanak. Misalnya, individu yang menginginkan pekerjaanyang menuntut kontak dengan orang adalah mereka yang didorong oleh kebutuhan yangkuat untuk memperoleh kasih sayang dan mendapatkan pengakuan sebagai anggotakelompok. Mereka yang memilih jenis pekerjaan non-orang akan memenuhi kebutuhanakan rasa aman pada tingkat yang lebih rendah. Roe berhipotesis bahwa individu yangsenang bekerja dengan orang adalah mereka yang dibesarkan oleh orang tua yang penuhkehangatan dan penerimaan, dan mereka yang menghindari kontak dengan orang adalahyang dibesarkan oleh orang tua yang dingin dan/atau menolak kehadiran anaknya.Analisis tentang perbedaan dalam kepribadian, aptitude, inteligensi, dan latar belakangyang mungkin terkait dengan pilihan karir merupakan tujuan utama penelitiannya. Diameneliti sejumlah ilmuwan terkemuka dalam bidang fisika, biologi, dan social untuk menentukan apakah arah vokasional itu erat hubungannya dengan perkembangan dinikepribadian.Hipotesa tentang hubungan antara pengalaman yang lalu dengan pilihan jabatan.

Dasar hereditas kurang begitu penting
Kemampuan khusus ditentukan oleh pengamatan individu itu sendiri
Pilihan pekerjaan seseorang ditentukan pada kesan pertama atas perasaan puas atautidak Roe (1956) mengklasifikasikan okupasi ke dalam dua kategori utama: person oriented dannonperson oriented.
1. Contoh bidang jabatan yang person-oriented adalah:
a.jasa
b.bisnis
c.manajemen
d.pelayanan sosial
e.aktivitas di bidang kultural.2
2.Contoh bidang jabatan yang nonperson-oriented adalah :
a.teknologi
b. pekerjaan di luar ruangan (pertanian, kehutanan, pertambangan, dsb)
c.penelitian ilmiah.Roe (1956) berpendapat bahwa pemilihan sebuah kategori jabatan terutama didasarkan atasstruktur kebutuhan individu tetapi tingkat pencapaian dalam suatu kategori lebihtergantung pada tingkat kemampuan dan latar belakang sosioekonomi individu. Iklimhubungan antara anak dan orang tua merupakan kekuatan utama yang membangkitkankebutuhan, minat, dan sikap yang kemudian tercermin dalam pemilihan pekerjaan.Roe memodifikasi teorinya setelah beberapa studi menyangkal pendiriannya bahwa perbedaan interaksi orang tua-anak menghasilkan perbedaan dalam pemilihan pekerjaan.Kini dia mengambil posisi bahwa orientasi dini seorang individu terkait dengan keputusanutama yang diambilnya di kemudian hari — terutama dalam pemilihan okupasi — tetapivariable-variabel lain yang tidak diperhitungkan dalam teorinya pun merupakan faktor-faktor yang penting.Pernyataan-pernyataan berikut oleh Roe (1972) mengekspresikan pandangan pribadinyatentang perkembangan karir.
1.Riwayat kehidupan setiap laki-laki dan banyak perempuan, tentang atau seputar kisah pekerjaannya, dapat memberikan penjelasan tentang esensi orang tersebut secara lebihlengkap daripada menggunakan pendekatan lain.
2.Situasi yang relevan dengan riwayat ini dimulai dengan kelahiran individu itu ke dalamsebuah keluarga tertentu pada tempat dan waktu tertentu, dan berlanjut sepanjanghidupnya.
3.Mungkin faktor yang berbeda mempunyai bobot yang berbeda pula, tetapi padaesensinya proses keputusan dan perilaku vokasionalnya tidak berbeda.
4.Sejauh mana keputusan dan perilaku vokasional berada dalam control sadar individuitu bervariasi, tetapi individu dapat mempunyai lebih banyak control daripada yangdapat disadarinya. Pertimbangan yang sengaja tentang faktor-faktor tersebut jarangdilakukan.
5.Kehidupan okupasional mempengaruhi semua aspek lain dari pola kehidupan.
6.Pekerjaan yang tepat dan memuaskan dapat merupakan pencegah terhadap penyakitneurotic atau merupakan tempat pelarian dari kondisi tersebut. Pekerjaan yang tidak tepat atau tidak memuaskan dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang parah.
7.Karena kebaikan hidup dalam suatu kelompok social tergantung pada dan jugamenentukan kebaikan kehidupan setiap anggotanya, maka upaya suatu masyarakatuntuk mempertahankan stabilitas dan kemajuan kea arah yang lebih baik mungkindapat dicapai secara lebih baik dengan mengembangkan situasi vokasional yangmemuaskan bagi para anggotanya daripada dengan cara lain. Tetapi ini tidak akan banyak berarti jika pekerjaan itu tidak diintegrasikan secara memadai ke dalam polakehidupan secara menyeluruh.
8.Tidak ada suatu lowongan pekerjaan tertentu yang hanya cocok bagi satu individutertentu saja. Demikian pula, tidak ada satu individu yang hanya cocok untuk satu pekerjaan tertentu saja. Dalam setiap pekerjaan terdapat banyak variabel yangmenuntut persyaratan-persyaratan yang bervariasi pula.Teori Roe ini biasanya disebut “a need-theory approach to career choice” (pemilihan karir dengan pendekatan kebutuhan). Menurut Roe, kombinasi antara hubungan orang tua-anak  pada masa dini, pengalaman lingkungan, dan faktor-faktor genetic, menentukan perkembangan struktur kebutuhan itu. Individu kemudian belajar untuk memuaskankebutuhannya tersebut. Intensitas kebutuhan merupakan faktor penentu utama yangmemotivasi individu untuk mencapai tingkat hierarkhi yang lebih tinggi dalam suatustruktur pekerjaan.Teori Roe telah membangkitkan banyak penelitian tetapi hanya sedikit saja yang hasilnyamendukung model teori tersebut. Postulat Roe bahwa interaksi orang tua-anak berpengaruhterhadap pilihan pekerjaan di kemudian hari ternyata sulit untuk divalidasi. Namundemikian, Roe telah memberikan kontribusi yang besar pada konseling karir yaitu denganmengarahkan banyak perhatian pada periode perkembangan masa kanak-kanak.Dalam hal ini Samuel H. Osipow dalam bukunya
Theories of Career Development
(1973) berpendapat, bahwa konselor sekolah dapat membantu orang muda, yang ternyata belummengenal dirinya sendiri mengenai pengaruh kebutuhan pokok yang melandasimotivasinya dalam memperjuangkan suatu gaya hidup (life style), untuk berefleksi diri.Misalnya bila manusia muda mencita-citakan suatu jabatan yang menghasilkan uang banyak, mungkin orang ini sangat menghayati kebutuhan menikmati hidup yang secaraekonomis serba terjamin supaya
merasa aman terhadap kegoncangan dalam hidup.Bahkan ada kemungkinan bahwa sikap hidup ini ditanamkan dalam lingkungankeluarganya, yang menyamakan
keamanan dalam hidup
dengan jaminan ekonomismewah.Teori Osipow memiliki tiga komponen penting, yaitu :
1.Penggunaan konsep kanalisasi energi psikis dan bahwa pengalaman – pengalaman padamasa anak- anak awal mungkin berhubungan dengan pilihan vokasional.
2.Teori hirarki kebutuhan Maslow.
3.Pengaruh genetik terhadap keputusan- keputusan vokasional.Secara umum teori Roe sendiri memiliki dua taraf, yaitu:
1.Latar belakang genetik setiap individu mendasari kemampuan dan minat- minat yang pada gilirannya berhubungan dengan pilihan vokasional. Tiap individu dalammenggunakan enegi psikisnya tidak sepenuhnya berada dalam kontrolnya yang padaakhirnya secara genetik berpengaruh dalam perkembangan kemampuan- kemampuanindividu. Jika dihubungkan dengan energi psikis dalam waktu yang sama berkembang pula keunggulan – keunggulan kebutuhan. Faktor – faktor genetik dan hirarki- hirarkikebutuhan secara bersama- sama mempengaruhi pilihan vokasional.
2.Perkembangan pola- pola dan kekuatan- kekuatan kebutuhan pokok yang dipengaruhioleh pengalaman masa kanak- kanak.Berkaitan dengan ini muncul proporsi khusus :
a.Kebutuhan-kebutuhan yang terpuaskan secara rutin tidak menjadi motivator yangtidak disadari.
b.Kebutuhan-kebutuhan untuk jenjang yang lebih tinggi (ex: kebutuhan aktualisasidiri) akan tidak muncul sama sekali jika jarang terpuaskan. Sebaliknya kebutuhanyang berada pada jenjang yang lebih rendah justru akan menjaadi motivator dominan jika jarang terpuaskan.
c.Kebutuhan- kebutuhan yang terpuaskan setelah tertunda agak lama akanmenjadi motivator yang tidak disadari pada situasi tertentu.Roe adalah teoritikus yang memberi perhatian pada praktek mengasuh anak, cara orang tua berinteraksi dengan anak, struktur kebutuhan yang dihasilkan, dan orientasi yang mendekatdan menjauh dari orang- orang.
Ann Roe berpendapat bahwa iklim rumah tangga memiliki pengaruh signifikan terhadap pilihan karir. Pada tahun 1957 Roe mengembangkan teorinya dengan proporsi-proporsisebagai berikut :

1.Perangkat- perangkat bawaan genetik membatasi perkembangan potensial semua sifat.Tetapi kekhususan kontrol genetik serta tingkat dan sifat limitasi tersebut berbeda bagi berbagai ciri.
2.Taraf- taraf dan jalur perkembangan sifat yang dibawa sejak lahir tidak hanyadipengaruhi pengalaman unik individu tetapi juga oleh semua aspek latar belakangkultural dan kondisi sosioekonomik keluarga.
3.Pola perkembangan variabel-variabel kepribadian terutama ditentukan oleh pengalaman individu terhadap jurusan- jurusan khusus yang menjadi saluran perhatianindividu. Jurusan khusus ini pada instansi yang pertama ditentukan oleh pemolaankepuasan dan frustasi sejak awal. Sedangakan cara- cara dan taraf-taraf pemuasankebutuhan menentukan kebutuhan mana yang akan jadi motivator terkuat, dengankemungkinan : kebutuhan yang rutin terpuaskan = tidak akan jadi motivator yang tidak disadari kebutuhan dengan jenjang lebih tinggi, jarang terpuaskan = hilang, tidak menjadi motivator, sedangkan jika berada pada taraf yang lebih rendah dan jarangterpuaskan = jadi motivator dominan yang bersifat membatasi munculnya kebutuhanyang lebih tinggi. Kebutuhan yang pemuasannya tertunda = jadi motivator yang tidak disadari.
4.Pola- pola energi psikis, dipandang dari segi keterarahan perhatian , merupakandeterminan pokok dari minat- minat.
5.Intensitas kebuthan ini dan pemuasannya dan organisasinya merupakan determinan pokok dari taraf motivasi yang mencapai ekspresinya dan pemuasannya.Roe mengkonsentrasikan penelitiannya pada proposisi 3a, dengan teori bahwa berbagaikualitas interaksi awal orang tua-anak akan menghasilkan perkembangan berbagai minat-minat dan melalui itu, berbagai pilihan okupasional (Roe, 1972:71-73).
B.KELEBIHAN
1.Teori Roe lebih mengutakan pada pemilihan karir dengan pendekatan kebutuhan.
2.Kombinasi antara hubungan orang tua-anak pada masa dini, pengalamanlingkungan, dan faktor-faktor genetik, menentukan perkembangan struktur kebutuhan itu. Individu kemudian belajar untuk memuaskan kebutuhannyatersebut. Intensitas kebutuhan merupakan faktor penentu utama yang memotivasiindividu untuk mencapai tingkat hierarkhi yang lebih tinggi dalam suatu struktur  pekerjaan.3.Roe telah memberikan kontribusi yang besar pada konseling karir yaitu denganmengarahkan banyak perhatian pada periode perkembangan masa kanak-kanak.

4.Teori Roe telah membangkitkan banyak penelitian.
5.Jika perlakukan orang tua terhadap anak dan pilihan jabatan yang dikehendakisesuai di kemudian hari, pandangan ini mempunyai sedikit relevansi bagikonselor karier dan konselor tidak mengalami kesulitan dalam mengarahkan karir anak.
C.KELEMAHAN
1.Hanya sedikit saja yang mendukung model teori tersebut.
2.Perbedaan interaksi orang tua-anak menghasilkan perbedaan dalam pemilihan pekerjaan.
3.Pendapat Roe bahwa interaksi orang tua-anak berpengaruh terhadap pilihan pekerjaan di kemudian hari ternyata sulit untuk divalidasi.
4.Jika terjadi perbedaan antara keinginan orang dan ketidaksesuaian dengan minatdan bakat anak, maka pandangan ini tidak akan sesuai bagi konselor karier sehingga konselor akan mengalami kesulitan dalam mengarahkan karir anak dankonselor perlu waktu untuk menyesuaikan kondisi yang dihadapi tersebut.
BAB IIPENUTUPA.KESIMPULAN

Hubungan dini di dalam keluarga dan pengaruhnya kemudian terhadap arah karir merupakan focus utama karya Ann Roe (1956). Roe menekankan bahwa pengalaman pada awal masa kanak-kanak memainkan peranan penting dalam pencapaian kepuasandalam bidang yang dipilih seseorang. Penelitiannya menginvestigasi bagaimana gayaasuh orang tua mempengaruhi hierarkhi kebutuhan anak, dan bagaimana hubunganantara kebutuhan ini dengan gaya hidup masa dewasanya.Roe telah memberikan kontribusi yang besar pada konseling karir yaitu denganmengarahkan banyak perhatian pada periode perkembangan masa kanak-kanak. TeoriRoe telah membangkitkan banyak penelitian. Jika sesuai antara keinginan orangdengan minat dan bakat anak, maka akan memudahkan konselor karier dalammengarahkan bakat anak, namun jika keinginan orang tidak sesuai dengan minat dan bakat anak, maka konselor karier akan mengalami kesulitan dalam mengarahkan karir anak.8
DAFTAR PUSTAKA
W. S, Winkel. (1991). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta:Gramedia.Sukardi,Drs.Dewa Ketut.1989,Bimbingan Dan Konseling Karir di sekolah-sekolah,jakarta,Ghalia indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: